Undangan Digital Adat Bali
Bali — Pulau Dewata
Poleng hitam-putih, endek, dan emas pura: sakral sekaligus elegan untuk pawiwahan.
Kekarangan Bali
Om Swastiastu— Salam pembuka umat Hindu Bali (Sanskerta): Om (Sang Hyang Widhi), su (baik), asti (ada), astu (semoga) — 'semoga dalam keadaan selamat'.
Poleng hitam-putih, endek, dan emas pura: sakral sekaligus elegan untuk pawiwahan.
Busana adat
Payas Agung putri: gelungan petitis emas, garuda mungkur, kalung badong, kamen sabuk prada · Payas Agung putra: gelung/tajuk emas (geruda mungkur), kampuh, keris, bros besar · Payas Madya: kamben, kancrik, udeng · Payas Alit (paling sederhana) · Kamen dan sabuk prada
Iringan
Gamelan Gong Kebyar (gangsa, gong, kendang, suling) · Rindik — bilah bambu untuk penyambutan tamu
Tekstil khas
Kain gringsing · Endek · Kain poleng · Songket Bali
Elemen visual
Barong · Udeng · Kebaya Bali · Canang sari · Patra (motif daun)
Doa & restu adat Bali
Dipakai sebagai kutipan awal undangan bertema budaya ini — sesuai keyakinan Hindu.
Om Awighnamastu Namo Siddham.
Doa · Mantra pembuka upacara Hindu Bali
Semoga tidak ada rintangan; semoga yang dimulai berjalan siddha (sempurna).
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Doa · Mantra penutup upacara Hindu Bali
Damai di dunia, damai di antara manusia, damai di hati.
Tri Hita Karana — harmoni dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam.
Adat · Falsafah Hindu Bali
Kebahagiaan lahir dari tiga hubungan yang dijaga: dengan Tuhan, dengan orang lain, dan dengan alam.
Rangkaian adat Bali
10 tahap dari riset bersumber (6 sumber) — urutan ini yang dipakai di undangan.
Pra-acara
1.Madewasa Ayu
Kedua keluarga bersama-sama menentukan hari baik untuk seluruh rentetan upacara, dari nyedek sampai acara inti, berdasarkan perhitungan ala ayuning dewasa pada kalender (wariga) Bali. Masyarakat Hindu Bali masih menjadikan ala ayuning dewasa sebagai pedoman karena diyakini memengaruhi kelancaran upacara dan kehidupan setelah pernikahan.
Dipimpin: Kedua keluarga, dibantu orang yang memahami wariga/dewasa ay.
2.Ngidih
Prosesi lamaran. Pihak pria membawa seserahan bernama basan pupur, dimaknai sebagai penghormatan kepada calon pengantin, pengganti air susu ibu, dan pengganti kasih sayang ayah yang merawat mempelai perempuan.
Dipimpin: Utusan/keluarga pihak pria
3.Ngekeb
Calon pengantin perempuan dipersiapkan menyambut kedatangan calon pengantin pria: persiapan mental, doa kepada Ida Sang Hyang Widhi agar dianugerahi kebahagiaan lahir-batin, serta perawatan fisik seperti luluran dan mempercantik diri.
Dipimpin: Keluarga perempuan; pemangku/rohaniwan untuk doa
4.Acara Pengambilan
Calon pengantin perempuan dijemput keluarga calon pengantin pria menuju kediaman pria. Ia mengenakan pakaian tradisional Bali yang diselimuti kain tipis kuning dari ujung rambut sampai ujung kaki, perlambang siap meninggalkan masa lajang.
Dipimpin: Keluarga pihak pria
5.Mungkah Lawang
Secara harfiah 'membuka pintu'. Utusan pihak pria mengetuk pintu kamar pengantin perempuan, diiringi tembang-tembang Bali sebagai isyarat kedatangan pihak pria, sebelum membawa pengantin menuju rumah.
Dipimpin: Utusan pihak pria
6.Mesegeh Agung
Ungkapan selamat datang sebelum kedua pengantin masuk rumah pengantin pria. Kain kuning yang menyelimuti pengantin perempuan dilepas, lalu calon ibu mertua menukarnya dengan uang satakan sebagai harapan menyambut dunia baru.
Dipimpin: Ibu mertua (calon)
7.Mabyakala (Mekala-kalaan)
Penyucian lahir-batin kedua calon pengantin, terutama pada sukla swanita, agar kelak menghasilkan janin suputra. Rangkaiannya: puja astuti, membakar tetimpug, menghadap banten pabyakalaan, pengelukatan, mengelilingi banten pesaksian, dan medagang-dagangan.
Dipimpin: Pemangku/rohaniwan
Akad / pemberkatan
8.Mewidhi Widana
Kedua calon pengantin bersembahyang di merajan atau sanggah keluarga pria. Maknanya menyampaikan kepada leluhur bahwa ada pendatang baru dalam keluarga, sekaligus menandai sahnya pernikahan di hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, adat, dan masyarakat. Pada tradisi Hindu Bali inilah pengesahan religius pernikahan (padanan akad).
Dipimpin: Pemangku sanggah, sulinggih, atau ida pedanda
Resepsi
9.Resepsi/hajatan
Sumber yang dirujuk merinci upacara adat sampai mejauman, tetapi tidak memberi nama tahap khusus untuk resepsi. Dalam praktik, hajatan/resepsi digelar terpisah dari upacara inti; nama dan urutannya berbeda antardaerah di Bali, sebagaimana ditegaskan bahwa tiap daerah memiliki upacara tambahan yang berbeda.
Dipimpin: Keluarga penyelenggara
Pasca-acara
10.Mejauman
Kedua pengantin bersembahyang di merajan/sanggah keluarga perempuan sebagai isyarat berpamitan pengantin perempuan kepada leluhurnya, karena ia sudah menikah dan mengikuti keluarga pria. Banten yang dipakai antara lain alem, ketipat bantal, sumping, cerorot, apem, kuskus, wajik, kekupa, aneka buah, dan lauk khas Bali.
Dipimpin: Pemangku/rohaniwan keluarga perempuan
Catatan adat
- Menikah pada masa Rangda Tiga, yaitu wuku Wariga, Warigadean, Pujut, Pahang, Menail, dan Prangbakat; dipercaya pernikahan akan selalu gagal (tiga kali menjadi janda/duda).
- Menikah pada masa Uncal Balung, dari Galungan sampai Buda Kliwon Pahang (Pegatwakan), karena energi kosmik dianggap tidak stabil dan dapat memengaruhi jalannya upacara.
- Menikah pada Ingkel Wong, yaitu wuku Sinta, Wariga, Langkir, Tambir, dan Bala; ingkel berarti pantangan, dan ingkel wong adalah hari yang tidak baik untuk pekerjaan penting yang berkaitan dengan manusia (pernikahan, poto.
- Menikah pada Was Penganten (antara lain Minggu Kliwon dan Jumat Pon wuku Tolu, Minggu Wage dan Sabtu Kliwon wuku Dungulan, Minggu Umanis dan Sabtu Pahing wuku Menail, Minggu Pon dan Sabtu Wage wuku Dukut).
Simbol & makna
Poleng
Kotak-kotak hitam-putih — konsep Rwa Bhineda: dua hal berlawanan yang harmonis menciptakan keseimbangan.
Endek
Tenun ikat Bali; motif Patra dan Encak Saji dahulu hanya untuk bangsawan dan upacara keagamaan.
Gringsing
Tenun ikat ganda Tenganan: 'gring' (sakit) + 'sing' (tidak) = penolak bala, dipakai dalam upacara termasuk pernikahan.
Prada
Kain/kemasan benang emas — kemuliaan dan kehormatan pada upacara besar.
Bali Emas
Bali
Pawiwahan
Bali
Pura Teal
Bali
Kecak Dark
Bali · Dark
Frangipani Ivory
Bali · Floral
Bali Forest
Bali · Rustic
Dewata Gold
Bali · Luxury
Pawiwahan Bali
Bali · Poleng · Endek · Pura
Poleng Sakral
Bali · Poleng · Endek · Pura
Endek Dewata
Bali · Poleng · Endek · Pura
Pura Emas
Bali · Poleng · Endek · Pura
Frangipani Bali
Bali · Poleng · Endek · Pura
Kecak Klasik
Bali · Poleng · Endek · Pura
Ubud Hijau
Bali · Poleng · Endek · Pura
Denpasar Emas
Bali · Poleng · Endek · Pura
Tirta Empul
Bali · Poleng · Endek · Pura
Koleksi budaya lainnya
23 koleksi adat lain — dari Aceh sampai Papua, semuanya bisa dicoba gratis.
Siap pakai template Bali?
Daftar gratis, pilih template, isi form, upload foto — undangan tayang dalam hitungan menit.