Undangan Digital Adat Jawa
Jawa Tengah & Yogyakarta
Batik sogan, parang, kawung, dan truntum dengan nuansa keraton Yogyakarta-Surakarta.
Gunungan Wayang
Sugeng rawuh— 'Sugeng rawuh' = selamat datang (krama inggil); pambiwara membuka dengan 'Sugeng rawuh para tamu undangan', dengan variasi waktu 'Sugeng enjing/siang/sonten'.
Batik sogan, parang, kawung, dan truntum dengan nuansa keraton Yogyakarta-Surakarta.
Busana adat
Kebaya (kartini/beludru) dengan kain batik · Paes ageng gaya Yogyakarta dengan cunduk mentul · Beskap atau surjan + blangkon · Keris disematkan sebagai lambang kewibawaan · Batik Truntum untuk orang tua, Sido Mukti untuk pengantin (parang dihindari)
Iringan
Gending Kebo Giro (lancaran) pengiring panggih · Ladrang Wilujeng & Ketawang Kodok Ngorek penyambutan · Ketawang Mijil Wigaringtyas pengiring sungkeman
Tekstil khas
Batik sogan · Batik parang · Kain lurik · Batik kawung
Elemen visual
Blangkon · Kebaya + paes ageng · Keris · Gunungan wayang · Cunduk mentul
Doa & restu adat Jawa
Dipakai sebagai kutipan awal undangan bertema budaya ini — sesuai keyakinan Islam.
Witing tresna jalaran saka kulina.
Adat · Pepatah Jawa
Cinta tumbuh karena kebiasaan bersama — kesetiaan dibangun dari hari-hari yang dijalani.
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
Doa · QS. Al-Furqan: 74
Rangkaian adat Jawa
10 tahap dari riset bersumber (6 sumber) — urutan ini yang dipakai di undangan.
Pra-acara
1.Tarub
Memasang bleketepe dan berbagai jenis daun di depan rumah, disertai sesaji pisang raja, kembang telon, tumpeng robyong, tumpeng gundul, tumpeng megana, nasi liwet, dan jajan pasar. Diawali doa keluarga dan tamu, diakhiri pembagian sesaji.
Dipimpin: Keluarga
2.Nyantri
Calon pengantin pria dititipkan di rumah calon mertua atau saudara/tetangga sehari sampai tiga hari sebelum ijab. Kini jarang dilakukan.
Dipimpin: Keluarga
3.Siraman
Dilaksanakan pagi sekitar pukul 10.00–11.00 atau sore pukul 15.00–16.00. Air diambil dari tujuh sumber, memakai kembang setaman dan konyoh lima warna; diakhiri memecah kendi.
Dipimpin: Pinisepuh yang sudah punya anak/cucu, jumlah pemandu ganjil
4.Ngerik
Mencukur bulu halus di dahi. Perlengkapannya antara lain kain motif truntum, pisau cukur, kaca, sisir, dan mangkuk air; dilanjutkan rias tipis serta gelung tekuk untuk midodareni.
Dipimpin: Juru rias
5.Midodareni
Malam pukul 18.00–24.00 di rumah pengantin perempuan. Pengantin tidak boleh tidur dan tidak keluar kamar, serta tidak bertemu tamu laki-laki maupun calon suami. Uborampe: kembar mayang, kelapa gading, kendi air tujuh sumber, kain motif letek dan suruh ayu.
Dipimpin: Orang tua pengantin perempuan
Akad / pemberkatan
6.Ijab
Di Keraton Yogyakarta hanya dihadiri pria; Sultan menikahkan, penghulu berkhotbah singkat dalam bahasa Arab, lalu ijab dan qabul. Di luar keraton mengikuti tata cara KUA.
Dipimpin: Sultan (keraton) atau penghulu
Resepsi
7.Panggih
Puncak upacara: balangan gantal (saling melempar sirih tiga sampai empat kali), mijiki (membasuh kaki), mecah tigan (menginjak telur), kacar kucur/tampa kaya (menuang beras kuning), dan dhahar klimah (saling menyuapi nasi). Diiringi gamelan.
Dipimpin: Pinisepuh atau orang yang diberi wewenang; sumber tidak meri.
8.Sungkeman
Pengantin bersimpuh memohon doa restu kepada orang tua. Dalam rangkaian keraton dilakukan sebelum boyongan, setelah Sultan memberi wejangan.
Dipimpin: Pengantin
Pasca-acara
9.Ngundhuh mantu
Tiga hari setelah upacara orang tua pria menengok besan dengan membawa makanan; setelah sepasar (lima hari) pengantin diantar ke rumah orang tua pria dan bermalam di sana.
Dipimpin: Orang tua pengantin pria
10.Boyongan
Rangkaian keraton: besan berpamitan kepada Sultan, Sultan memberi wejangan, dilanjutkan sungkeman, lalu rombongan berangkat ke rumah besan.
Dipimpin: Sultan
Catatan adat
- Batik parang, terutama parang rusak, tidak dipakai kedua mempelai karena diyakini membuat pernikahan rusak atau mendatangkan bala; motif ini juga termasuk batik larangan keraton.
- Motif yang dianjurkan untuk pernikahan antara lain Sido Mukti, Sido Luhur, Sido Mulyo, Truntum, Wahyu Tumurun, Semen Gurdha, Semen Rama, dan Semen Jlekithet.
- Menikah pada bulan Sura dan Mulud dihindari menurut Primbon Jawa; ini kepercayaan, bukan aturan agama.
- Selama midodareni, pengantin perempuan tidak boleh tidur, tidak keluar kamar, dan tidak bertemu tamu laki-laki atau calon suami.
Simbol & makna
Kembar Mayang
Rangkaian janur, daun beringin, alang-alang, dan bunga mayang — penangkal bala; 'janur' = janma (manusia) + nur (cahaya).
Balangan Gantal
Gulungan daun sirih berisi bunga pinang, kapur, gambir, dan tembakau yang dilempar bergantian — lambang saling melempar kasih sayang.
Ngidak Endhog & Ranupada
Pria menginjak telur lalu kakinya dibasuh pengantin wanita — kesiapan menanggung tanggung jawab dan bakti istri.
Kacar-Kucur
Kacang hijau, beras kuning, dan kunir dituang ke pangkuan pengantin wanita — tanggung jawab suami menafkahi keluarga.
Batik Sido Mukti & Truntum
Sido Mukti ('jadi mulia') = harapan kemuliaan; Truntum = cinta yang tak pernah pudar, dikenakan orang tua saat panggih.
Sogan Klasik
Jawa
Sogan Royal
Jawa
Keraton Emas
Jawa · Luxury
Batik Sekar
Jawa
Parang Ivory
Jawa · Modern
Jogja Sogan
Jawa
Wayang Gold
Jawa · Luxury
Sekar Jagad
Jawa · Floral
Prajurit Navy
Jawa · Dark
Kraton Burgundy
Jawa · Luxury
Midnight Sogan
Dark · Jawa
Gapura Heritage
Jawa · Luxury
Kori Heritage
Jawa · Modern
Sogan Keraton
Jawa · Batik · Keraton · Wayang
Parang Kusuma
Jawa · Batik · Keraton · Wayang
Kawung Ayu
Jawa · Batik · Keraton · Wayang
Truntum Klasik
Jawa · Batik · Keraton · Wayang
Wayang Ramayana
Jawa · Batik · Keraton · Wayang
Sekar Kedaton
Jawa · Batik · Keraton · Wayang
Jogja Ngayogyakarta
Jawa · Batik · Keraton · Wayang
Surakarta Klasik
Jawa · Batik · Keraton · Wayang
Batik Pesisir
Jawa · Batik · Keraton · Wayang
Kanjeng Sogan
Jawa · Batik · Keraton · Wayang
Koleksi budaya lainnya
23 koleksi adat lain — dari Aceh sampai Papua, semuanya bisa dicoba gratis.
Siap pakai template Jawa?
Daftar gratis, pilih template, isi form, upload foto — undangan tayang dalam hitungan menit.